Tag: kontrasepsi

Vasektomi : Metode, Syarat, Manfaat, Efek Samping

Vasektomi adalah prosedur medis untuk menghentikan aliran sperma pria dengan jalan melakukan okulasi (penutupan) vasa deferensia atau saluran sperma sehingga alur transportasi sperma terputus. Disebut juga dengan kontrasepsi mantap (Kontap) pada pria.

Tidak banyak dari kita yang mengetahui apa itu vasektomi, karena di Indonesia penggunaan vasektomi memang belum begitu populer dibandingkan  metode kontrasepsi lainnya. Kontrasepsi masih didominasi penerapannya pada kaum wanita dengan metode kontrasepsi pilihan berkisar antara pil, suntik dan susuk. Hanya sedikit pria yang menggunakan kondom karena merasa tidak nyaman ketika berhubungan badan dengan istri. read more

Telat Haid 1-2 Minggu, Ini Penyebabnya!

Banyak wanita yang mengeluhkan terlambat haid, padahal sebelum-sebelumnya haid selalu normal setiap bulannya. Dan kegelisahan biasanya mulai muncul ketika telat haid 1 minggu hingga 2 minggu pertama. Banyak di antaranya berfikir apakah terjadi kehamilan? namun di antaranya sudah melakukan tes kehamilan namun hasilnya negatif, sebenarnya apa yang terjadi?

Perlu kita ketahui bahwa siklus menstruasi normal pada wanita rata-rata setiap 28 hari, meskipun ini dapat bervariasi. Di mana siklus yang terjadi setiap 24 hingga 35 hari masih dianggap sebagai siklus yang normal. Lamanya setiap periode menstruasi normalnya dua sampai tujuh hari. read more

Tubektomi : Kegunaan, Prosedur, Efek Samping

Tuberktomi adalah salah satu bentuk kontrasepsi mantap (Kontap) dengan cara memotong saluran tuba. Tuba fallopi sendiri merupakan saluran tempat berjalannya sel telur dari ovarium menuju ke uterus atau rahim.

Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya kehamilan, baik dengan cara alamiah maupun dengan alat kontrasepsi yang umumnya hanya bersifat sementara. Pada kontrasepsi alamiah, hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada saat masa subur wanita sehingga kemungkinan sel sperma bertemu dengan sel telur sangat kecil. read more

Metode KB Alami untuk Mencegah Kehamilan

kb alami

KB alami adalah metode kontrasepsi yang memanfaatkan sifat – sifat alami tubuh manusia, Metode ini merupakan metode keluarga berencana yang tidak membutuhkan alat, maupun obat – obatan. Bagi pasangan suami istri yang ingin meghindari efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan metode kontrasepsi lainnya seperti KB Suntik, pil KB dan KB Spiral, metode KB alami merupakan pilihan kontrasepsi yang tepat.

Ada beberapa macam cara KB alami yang biasa dilakukan yaitu :

  • Metode kalender atau metode pantang berkala : KB alami kalender dilakukan dengan cara mengenali masa subur wanita melalui perhitungan kalender dan menghindari hubungan selama masa subur tersebut (pantang berkala). Masa subur diperkirakan terjadi pada hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam siklus haid yang normal.
  • Metode suhu tubuh basal : metode ini mengenali masa subur wanita melalui peningkatan suhu basal tubuh. Masa subur diperkirakan terjadi pada saat suhu basal yang diukur dengan termometer pada jalan lahir yang meningkat dari 35,5 – 36 derajat celcius menjadi 36,5 – 37 derajat.
  • Metode mukosa serviks : metode ini mengenali masa subur wanita melalui perubahan pada lendir leher rahim. Masa subur diperkirakan terjadi pada saat lendir leher rahim yang teraba kental dan melekat seperti permen karet berubah menjadi licin dan tidak melekat.
  • Metode simptothermal : metode ini mengenali masa subur wanita melalui pengamatan terhadap tiga indikator kesuburan yaitu perhitungan kalender, peningkatan suhu basal tubuh, dan perubahan lendir leher rahim. Dengan menggabungkan ketiga indikator kesuburan, maka metode ini dianggap dapat lebih akurat memperkirakan masa subur.
  • Metode Amenorea Laktasi : metode ini dilakukan dengan cara menghambat kesuburan melalui pemberian ASI ekslusif selama enam bulan, metode ini merupakan metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif hingga waktu enam bulan pasca persalinan.
  • Metode Senggama terputus : metode ini dilakukan oleh pria dengan cara mengeluarkan “alatnya” dari istrinya sesaat sebelum pria mencapai ejakulasi, agar sp*rm* yang keluar tidak masuk ke dalam rahim.

INDIKASI

Metode KB alami ini cocok digunakan untuk: read more

KB Spiral : Indikasi, Kelebihan dan Kekurangan

KB IUD (Intra Uterin Devices), dibaca ayudi, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) dan di masyarakat biasa dikenal dengan istilah KB spiral adalah suatu alat kontrasepsi yang pemasangannya dilakukan dengan cara memasukkan alat berbentuk T ke dalam rahim.

KB Spiral merupakan alat kontrasepsi yang efektif dan aman. Alat ini merupakan metode kontrasepsi yang sifatnya reversibel (dapat dilepas-dipasang sesuai kebutuhan) dan paling banyak digunakan dengan pengguna pada saat ini telah mencapai sekitar 100 juta orang wanita di seluruh dunia. AKDR terbukti memiliki efektifitas lebih dari 99% untuk mencegah kehamilan pada pemakaian selama 1 tahun atau lebih. read more

KB Suntik : Jenis, Jadwal, Efek Samping

KB suntik masih merupakan salah satu metode kontrasepsi (pencegahan kehamilan) yang masih banyak digunakan di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. KB Suntik adalah metode kontrasepsi bagi wanita yang dilakukan melalui penyuntikan cairan yang mengandung hormon progesteron atau kombinasi progestron dan estrogen. KB suntik merupakan pilihan yang baik bagi ibu – ibu yang tidak merasa nyaman atau sering merasa lupa dengan penggunaan pil KB yang harus diminum setiap hari.

KB suntik dapat mencegah kehamilan melalui beberapa mekanisme kerja, yaitu : read more

KB Susuk : Kegunaan, Prosedur, Efek Samping

KB susuk atau implan adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke bawah kulit lengan atas. Dengan demikian pengguna tidak perlu mengonsumsi obat-obatan kontrasepsi lainnya. Dengan tingkat keberhasilan mencegah kehamilan hampir 99% selama 3 tahun, KB implant ini bisa menjadi pilihan kontrasepsi jangka panjang.

Sebelum membahas khusus mengenai KB susuk, mari kita sejenak kita mengenal jenis-jenis kontrasepsi. Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya kehamilan, baik dengan cara alamiah maupun dengan alat kontrasepsi. Dengan cara alamiah, hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada saat masa subur wanita sehingga kemungkinan sel sperma bertemu dengan sel telur sangat kecil. read more